Selasa, 04 Agustus 2015

Manajer Sebagai Pembuat Keputusan

21.08 Posted by Unknown No comments
MANAJER SEBAGAI PEMBUAT KEPUTUSAN

Keputusan adalah membuat sebuah pilihan dari dua atau lebih alternatif
Proses pembuatan keputusan adalah :
·         Mengidentifikasi sebuah masalah dan criteria keputusan dan mengalokasi bobot criteria
·         Mengembangkan, menganalisis, dan memilih alternative yang mana dapat menyelesaikan masalah
·         Mengimplementasikan alternative yang sudah terpilih
·         Mengevaluasi efektifitas dari pengembilan keputusan

Langkah langkah dalam pembuatan keputusan

Langkah 1 : mengidentifikasi suatu masalah
Masalah adalah perbedaan antara kondisi yang ada dan yang diinginkan. Masalah mempunyai beberapa karakteristik yaitu sebuah masalah akan menjadi masalah jika seorang manajer become aware of it, adanya tekanan dalam menyelesaikan masalah, dan manajer harus mempunyai otoritas, informasi, atau sumber yang di butuhkan untuk menyelesaikan masalah. Contohnya Debri, sebagai manajer mempunyai karyawan di bidang computer. Belakangan ini produktifitas karyawan menurun karna computer yang digunakan suda tua da usanng. Dalam hal ini ditemukan suatu masalah yaitu, Karyawan membutuhkan computer baru.

Langkah 2 : mengidentifikasi kriteria keputusan
Setelah manajer mengidentifikasi masalah, dia harus mengidentifikasi kriteria keputusan. Kriteria tersebut menyangkut biaya yang akan terjadi dan resiko yang akan dihadapi dan hasil yang diinginkan. Dari contoh dibawah, Debri mempertimbangkan kapasitas memori dan dan penyimpanan tampilan, berat, garansi, dan daya tahan baterai.


Langkah 3 : mengalokasikan bobot kriteria
Jika criteria yang relevan tidak sama arti pentingnya, pembuat keputusan harus member bobot pada msing masing criteria agar dapat memberinya prioritas yang tepat dalam membuat keputusan. Cara yang sederhana adalah dengan member bobot 10 pada criteria yang paling penting dan kemudian member bobot pada criteria yang lain dengan menggunakan standar tersebut.

Langkah 4 : menganalisis alternative
Ini merupakan langkah dimana pembuat keputusan harus kreatif. Pada titik ini alternatif hanya di daftar, tidak di evaluasi. Debri sebagai manajer mengidentifikasi 8 komputer sebagai pilihan yang mungkin.

Langkah 5 : menganalisis alternative
Setelah alternative diidentifikasi, pembuat keputusan harus mengevaluasi setiap kemungkinan dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Caranya yaitu dengan menilai kekurangan dan kelebihan masing masing criteria. Gambar di atas menunjukan nilai yang diberikan Debri kepada setiap alternative setelah melakukan penelitian atasnya.


Langkah 6 : memilih sebuah alternative
Langkah keenam dalam proses pembuatan keputusan adalah memilih alternative terbaik atau yang menghsilkan total tertinggi di langkah 5.  Dalam contoh ini, Debri memilih computer merek Dell Inspiron karna menghasilkan skor tertinggi. 

Langkah 7 : mengimplementasikan alternative
Dalam proses pembuatan keputusan, anda menerapkan keputusan ke dalam tindakan dengan memberlakukan kepada mereka yang terpengaruh dan membuat mereka berkomitmen terhadapnya. Hal lain yang mungkin harus dilakukan manajer selama implementasi adalah menilai uang lingkungan untuk setiap perubahan, terutama dengan keputusan jangka panjang.

Langkah 8 : mengevaluasi efektifitas keputusan
Langkah terakhir dalam proses pembuatan keputusan melibatkan evaluasi hasil ke[utusan untuk melihat apakah masalah tersebut terpecahkan. Jika masih saja terdapat masalah, mungkin membuat anda harus melakukan lagi langkah langkah sebelumnya atau bahkan harus mengulangi seluruh proses awal.




 Oleh:
Oktavianus Debri Hendratno

Proses Pengambilan Keputusan

21.06 Posted by Unknown No comments
Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.
Pembuatan keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkuatan sehingga usaha pencapaiian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif. Masalah atau problem yang dimaksud dapat dibagi tiga golongan besar, yaitu masalah korektif, masalah progresif, dan masalanh kreatif.

Keputusan dibagi dalam 3 tipe :

1.             Keputusan terprogram/keputusan terstruktur yaitu keputusan yang berulang- ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.

2.              Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur yaitu keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan - perhitungan serta analisis yg terperinci.

3.             Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
1.Intuisi
Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi atau perasaan bersifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh.
2.Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis. Karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkauntung ruginya, baik buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
3.Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi,sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4.Wewenang
Biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.
5.Rasional
Keputusan yang dihasilkan lebih objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

Proses pengambilan keputusan

Proses pengambilan keputusan memiliki berapa tahap :
Tahap 1
Pemahaman dan Perumusan Masalah. Para manager sering menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit dikemukaan atau bahkan sering hanya mengidentifikasikan masalah, bukan penyebab dasar. Para manager dapat mengidentifi8kasi masaklah dengan beberapa cara. Pertama, manager secra sistematis menguji hubungan sebab-akibat. Kedua manager mencari penyimpangan atau perubahan dari yang noirmal.
Tahap 2
Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan. Setelah manajer menemukan dan merumuskan masalah, manajer harus memutuskan langkah-langkah selanjutnya. Manajer pertama kali harus menentukan data-data apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat dan kemudiaan mendapatkan informasi tersebut.
Tahap 3
Pegembangan Alternatif-Alternatif. Kecenderungan untuk menerima alternatif keputusan pertama yang feasibel sering menghindarkan manager dari pencapaian penyelesaian yang terbaik untuk masalah manajer.Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kecnderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat keputusan yang efektif. Manager harus memilih suatu alternatif yang cukup baik, walaupun bukan esuatu yang sempurna atau ideal.
Tahap 4
Evaluasi Alternatif-Alternatif. Setelah manajer mengembangkan sekumpulan alternatif, mansger harus mengevaluasi sekumpulan alternati, manager harus mengevaluasi untuk menilai efektifitas etiap alternatif.
Tahap 5
Pemilihan Alternatif Terbaik. Pembuatan keputusan merupakan hasil evaluasi berbagai alternatif. Alternatif terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi bagi manager dan ketidaksempurnaan kebijakan manajer.
Tahap 6
Implementasi Keputusan . Setelah alternatif terbaik dipilih, para manager harus membuat rencana untuk mengatasi berbagai permasalahan dam masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan. Dalam hal ini, manager perlu memperhatikan berbagai resiko dan ketidakpastian sebagai konsekuensi dibuatnya suatu keputusan. Disamping itu, pada tahapimplementasi keputusan manager juga perlu menetapkan prosedur laporan kemajuaan periodik dan memnpersiapkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pembuatan kjeputusan, serta merancang peringatan dini untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Tahap 7
Evaluasi Hasil-Hasil. Keputusan. Implementasi keputusan harus selalu dimonitor. Manajer harus meangevaluasi apakah implementasi dilakukan dengan lancar dan keputusan memberikan hasil yang diinginkan

Gaya dan Model Pengambilan Keputusan

Gaya Manajer dalam pengambilan keputusan akan banyak diwarnai oleh beberapa hal seperti latar belakang pengetahuan, perilaku pengalaman, dan sejenisnya. Cara-cara manajer dala mendekati masalah tersebut antara lain :
1. Penghindar Masalah
Seorang penghindar masalah mengabaikan informasi yang menunujukkan kesebuah masalah. Para penghindari masalah ini tidak aktif dan tidak ingin menghadapi masalah.
2. Penyelesian Masalah
Seorang penyelesai masalah mencoba menyelesaikan masalah-masalah apabila masalah-masalah itu muncul. Mereka bersikap reaktif menghadapi masalah-masalah yang timbul.
3. Pencarian Masalah
Seorang pencari masalah secara aktif mencari masalah-masalah guna diselesaikan atau mencari peluang-peluang baru untuk dikejar.


Oleh:
Aang Fadhila

Tujuan dan Rencana

21.00 Posted by Unknown No comments
Tujuan dan Rencana

Perencanaan sering disebut dengan fungsi dalam managemen yang paling utama karena menentukan dasar untuk semua hal lainnya yang dilakukan manajer ketika mengelola, memimpin, dan mengendalikan. Perencanaan melibatkan dua aspek penting yaitu tujuan dan rencana.

Tujuan adalah hasil yang diinginkan atau target. Tujuan sering disebut dasar perencanaan karena memadu keputusan manajemen dan membentuk kriteria terhadap hasil kerja yang diukur. Kita harus mengetahui tujuan atau target yang ingin kita capai sebelum kita membuat suatu rencana. Rencana  adalah dokumen yang menentukan kerangka bagaimana tujuan itu akan terpenuhi. Biasanya meliputi alokasi sumber daya, jadwal, dan tindakan lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Jenis-jenis Tujuan
Sepertinya suatu organisasi mempunyai satu tujuan, namun keberhasilan dari organisasi tersebut tidak ditentukan oleh satu tujuan. Jadi, pada kenyataannya organisasi mempunyai banyak tujuan. Sebagai contoh : suatu perusahaan mungkin ingin meningkatkan pangsa pasar nya, kenyamanan karyawannya, serta memperluas jaringan perusahaan. Dari contoh ini perusahaan tersebut mempunyai berbagai macam tujuan yang ingin dicapai yang saling mendukung satu sama lain.
Sebagian besar tujuan tujuan perusahaan dapat digolongkan menjadi tujua strategis (berhubungan dengan semua bidang kinerja organisasi lainnya) serta tujuan keuangan (berhubungan dengan kinerja keuangan organisasi).
Selain itu juga tujuan dibagi menjadi tujuan yang dinyatakan (stated goal) serta tujuan sebenarnya. Tujuan yang dinyatakan adalah laporan resmi tentang apa yang dikatakan organisasi-dan apa yang ingin diyakini oleh para pemangku kepentingan. Meskipun begitu kedua hal tersebut sering bertentangan. Tujuan sebenarnya merupakan tujuan yang secara aktual dikejar oleh organisasi.
Penetapan tujuan lebih baik bila menganut :
S : Spesifik (bersifat jelas dan kusus)
M : Measurable (harus dapat diukur, jika tidak dapat diukur maka tidak akan dicapai atau sulit dicapai)
A : Acheiveable (harus dapat dicapai)
R :Reasonable (harus ada alasan yang jelas/realistik)
T :Timeable (Ada batasan waktu yang jelas)




Jenis-jenis Rencana
a.       Berdasarkan Jangkauan
Rencana Strategik adalah rencana yang diterapkan pada organisasi secara keseluruhan dan menetapkan tujuan keseluruhan organisasi. Rencana Operasional meliputi area operasioanal tertentu organisasi. Rencana strategis harus lebih umum daripada rencana operasional.
b.      Berdasarkan kerangka waktu
Rencana jangka panjang adalah rencana yang mempunyai jangka waktu lebih dari tiga tahun.
Sedangkan rencana jangka pendek adalah rencana yang berjangka waktu kurang dari satu tahun. Diantaranya ada rencana jangka menengah (antara satu sampai tiga tahun)
c.       Berdasarkan Spesifisitas
Rencana spesifik adalah rencana yang jelas dan tidak memberikan ruang bagi interpretasi. Contoh manajer yang menginginkan peningkatan produksi sebesar 5% pasti sudah mempunyai anggaran, cara kerja dan lainnya yang mendukung untuk diterapkan.
Rencana arahan adalah rencana fleksibel yang menentukan panduan umum. Rencana ini memberikan fokus tetapi tidak membatasi manajer pada tujuan spesifik atau serangkaian tindakan
d.      Berdasarkan Frekuensi Pengguna
Rencana sekali pakai biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi yang unik. Rencana Siaga adalah rencana untuk memandu aktivitas yang dilakukan berulang kali. Biasanya rencana ini termasuk kebijakan, peraturan, dan prosedur.

Fungsi Tujuan Organisasi

Fungsi tujuan organisasi :
1. pedoman bagi kegiatan, melalui penggambaran hasil akhir diwaktu yang akan datang. Memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus atau tidak dilakukan.
2. sumber legitimasi, melalui pembenaran kegiatan-kegiatannya. Akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
3. standar pelaksanaan, memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi organisasi).
4. sumber motivasi, karena sering memberikan insentif bagi para anggota.
5. dasar rasional pengorganisasian, karena antara tujuan dan struktur organisasi saling berinteraksi dalam kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan.

Pendekatan Penetapan Tujuan
1.       Traditional Goal Setting
Dalam pendekatan ini semuanya ditentukan oleh top manager seperti arahan, perintah, aturan dan lainnya sudah ditentukan dari atas atau top manajer. Kekurangannya adalah semakin informasi itu sampai kebawah maka semakin tidak sesuai dengan maksud awal yang diinginkan oleh top manajer.
2.       Management By Objective
Dalam menetapkan tujuan suatu perusahaan ada keterlibatan karyawan dan juga manajer. Sehingga karyawan dapat menyampaikan pendapat nya. Selain itu secara periodik juga di review tentang tujuan perusahaan itu. Untuk memotivasi para pekerja diadakan reward bagi yang dapat mencapai tujuan tersebut. Juga diberikannya feedback setelah selesai pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut Kekurangan pendekatan ini adalah tidak efektif dilingkungan yang dinamik yang membutuhkan “constant resetting of goal” serta biasanya individualis.



 Oleh: Kesia Nawasadfitri

Perencanaan

20.55 Posted by Unknown No comments
Sebuah organisasi tentunya terbangun dengan memiliki sebuah tujuan. Apa yang hendak mereka capai, bagaimana caranya, dan sebagainya. Oleh karena tujuan tersebut, sebuah organisasi perlulah melaksanakan sebuah perencanaan secara strategik dimana hal tersebut adalah sebuah proses perencanaan jangka panjang yang disusun dan digunakan untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi tersebut. Perencanan strategik bersifat kritis, mengandung konsep untuk ke depan dan luas.

Perencanaan strategik adalah penting. Mengapa? Hal tersebut adalah suatu yang penting dikarenakan perencanaan strategik dapat menjadikan:
- Kerangka dasar dalam semya bentuk perencanaan lainnya yang harus kita ambil.
- Pemahaman terhadap perencanaan lainnya.
- Titik permulaan bagi pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organisasi.
Perbedaan perencanaan strategik dan operasional :
- Pusat bahasan.
Perencanaan strategik memiliki pusat bahasan yang bersifat jangka panjang sementara untuk operasional mereka bersifat jangka pendek dengan berfokus pada kejadian yang ditemui pada sekarang.
- Sasaran
Sasaran dari sebuah organisasi adalah sebuah biaya dan pendapatan yang akan diterima organisasi tersebut atau efek manfaat yang terimbas pada organisasi yang bersangkutan. Apakah hal tersebut memiliki biaya yang besar daripada pendapatan atau itu merugikan atau tidak. Perencanaan strategik akan berpikiran mengenai profit dan loss yang didapatkan untuk masa panjang sementara operasional berkecimpung pada saat sekarang.
- Hasil yang diperoleh
Output yang dihasilkan dari organisasi akan dikalkulasi atau dipertibangkan pula. Perencanaan operasional akan berpusat pada efisiensi dan stabilitas. Perencanaan strategis akan berpusat pada sebuah pengembangan potensi mendatang yang tentunya akan menguntungkan organisasi tersebut.
- Risiko
Risiko yang dihadapi oleh perencanaan strategis akan lebih tinggi daripada perencanaan operasional. Hal tersebut menimbang dari sisi pengambilan keputusan atas suatu masalah yang dihadapi. Biasanya perencanaan operasional akan bertumpu pada penyelesaian masalah di masa lalu yang pernah terjadi. Namun, berbeda dengan perencanaan strategis yang melakukan pemecahan masalah dengan antisipasi yaitu menemukan pendekatan yang baru dimana tingkat keberhasilan dari metoda tersebut masih dipertanyakan.

JADI, INTINYA ADALAH
- Perencanaan strategis bersifat masa depan dan luas cakupannya.
- Perencanaan operasional bersifat sekarang dan kurang luas cakupannya.

Kelemahan dan Kebaikan dari Perencanaan Strategis
(+) Memberikan pedoman yang konsisten. Sehingga akan menimbulkan kejelasan terhadap pengambilan metoda, langkah, dan sebagainya untuk keberlangsungan organisasi. Jadi, organisasi tersebut memiliki sasarah dan pengarahan yang jelas.
(+) Membantu mengantisipasi masalah sebelum timbul dan menanganinya sebelum menjadi lebh berat. Karena perencanaan strategis memiliki cakupan untuk masa ke depan, maka perencanaan strategis mau tidak mau harus memikirkan dampak dan cara menanggulangi dari setiap kegiatan yang hendak dikerjakan. Dengan kata lain juga, perencanaan ini dapat meminimalisir dampak kesalahan yang akan terjadi karena dipikirkan dengan cermat dan hati-hati.
(+) Membantu manajer membuat keputusan. Karena bersifat luas, maka manajer haruslah mengumpulkan semua informasi dan mengolahnya agar dapat dijadikan sebagai keputusan yang baik.
(-) Membutuhkan biaya, waktu dan orang yang banyak. Karena masih bersifat belum pasti, maka diperlukan pemikiran yang cermat dan kritis agar suatu organisasi dapat tetap eksis. Mulai dari biaya riset, pengelolaan informasi, dan sebagainya.
(-) Membatasi organisasi dari kegiatan yang berisiko tinggi.

Dalam mewujudkan perencanaan efektif, juga terdapat hambatan-hambatan yaitu:
- Internal. Bersumber dari ketidaksediaan dan ketidakmampuan perencana untuk melakukan kegiatan perencanaan.
- Eksternal. Bersumber dari sisi di luar perencana.
Hambatan perencanaan efektif dapat pula berakar dari ketidakmampuan seorang manajer dalam menentukan tujuan dari organisasi, hal tersebut dapat dikarenakan:
- Kurang pengetahuan terhadap organisasi.
- Kurang pengetahuan tentang lingkungan.
- Ketidakmampuan melakukan peramalan efektif.
- Kesulitan perencanaan operasi yang tidak berulang.
- Biaya.
- Takut gagal.
- Kurang percaya diri.
- Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternatif.
- Penolakan terhadap perubahan.
Hambatan tersebut dapat di atasi dengancara:
- Melibatkan karyawan dalam proses perencanaan
- Meminimumkan hambatan yang tidak perlu.
- Mencari berbagai bantuan secara individual apabila ada hambatan yang terdapat pada diri perencana.
- Penciptaan sistem organisasi yang memudahkan penetapan tujuan dan perencanaan.


SAKINAINI PUSPITA PRATIWI
D3 PERPAJAKAN / 1H/ 34
143020008706

Perencanaan Strategis dan Hambatan Perencanaan Efektif

20.54 Posted by Unknown 1 comment
PERENCANAAN STRATEGIS DAN HAMBATAN PERENCANAAN EFEKTIF


A. PENGERTIAN PERENCANAAN STRATEGIS
Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (mansusia, finansial, fisik, dan informasi) untuk mencapai strategi tersebut.

B. TAHAP TAHAP PERENCANAAN STRATEGIS

Adapaun tahapan lainnya, yaitu (bold)
1. Tentukan Visi dan Misi.
Visi dan Misi merupakan suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan. Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. utuk menetapkan tujuan, ada beberapa metode SMART yang mungkin dapat dipergunakan. Yaitu S (spesific), M (measurable), A (achievable, R (reasonable), dan T (timeable). Sedangkan misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi, misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Singkatnya, Visi yaitu apa tujuan yang ingin kita capai (want to be), dan Misi yaitu bagaimana kita mencapai tujuan tersebut (how to be). (bold)

      Visi : ...A, ...B, ...C
      Misi : How tobe A, How to be B, and How to be C

Contoh :
Visi (center)
Menjadi perusahaan meubel yang berskala nasional, inovatif, kreatif, profesional, dan berkualitas tinggi serta berdaya saing.

Misi (center)
1. Menjadi perusahaan meubel yang dikenal masyarakat nasional dan menciptakan produk unggulan
2. Menjadi perusahaan yang handal, terpercaya, dan profesional sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap masyarakat, dan seterusnya


2. Membuat Rencana Strategis
Rencana strategis (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, program-program strategi, dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan.Rencana strategis juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi. Singkatnya, rencana strategis merupakan program atau rencana atau target tentang tujuan A, B, dan C yang telah ditentukan pada pembuatan visi dan misi. (bold). rencana stategis ini mengacu pada visi dan misi, lebih sempit dibandingkan misi, namun lebih luas diandingkan rencana operasional.

Contoh :
Rencana Strategis ---->
1) Menguasai 50 % pasar nasional
2) Menciptakan inovasi baru pada produk dan mengembangkannya dengan kreativitas
3) Memiliki SDM yang handal dan profesional dalam melayani masyarakat, dan seterusnya


3. Membuat Perencanaan Oprasional
Perencanaan Operasional ( Operational Planning) Adalah perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci. Ia merupakan terjemahan sekaligus penunjang rencana jangka panjang. Singkatnya, rencana operasional yaitu perencanaan yang lebih spesifik untuk melaksanakan perencanaan Strategis (Bold).
   
Action operasional A, Action operasional B, and Action operasional C (center)

Contoh :

Rencana Strategis :
1) Menguasai 50 % pasar nasional
Rencana Operasional :
   a) Membuka cabang di berbagai kota besar;
   b) Mempromosikan produk melalui internet guna mempermudah mekanisme transaksi di era globalisasi;
   c) Mengikuti pameran pada berbagai event di kota-kota besar;
   d) Memberikan diskon di setiap akhir tahun guna menarik pelanggan.
Rencana Strategis :
2) Memiliki SDM yang handal dan profesional dalam melayani masyarakat
Rencana Operasional :
   a) Memilih tenaga kerja ahli dan kompeten;
   b) Mengadakan seleksi tenaga kerja melalui tes;
   c) Memberi pelatihan dan pengembangan keahlian kepada tenaga kerja, dan seterusnya.



C. HAMBATAN HAMBATAN PERENCANAAN EFEKTIF

1) Ada 2 jenis hambatan dalam pengembanganan rencana efektif, yaitu :
 a.Penolakan internal para perencana terhadap penetapan tujuan dan pembuatan rencana untuk mencapainya
 b.Keengganan umum para anggota organisasi untuk menerima perencanaan karena perubahan–perubahan yang ditimbulkanya

2) Adapula hambatan hambatan dalam pembuatan rencana efektif, yaitu
Karena penetapan tujuan merupakan langkah esensi pertama dalam perencanaan, para manajer yang tidak dapat menetapkan tujuan yang cukup significant akan gagal untuk membuat perencanaan efektif. Berikut adalah alasan–alasan manajer ragu/gagal menetapkan tujuan, yaitu :
a) Kurang pengetahuan tentang organisasi
b) Kurang pengetahuan tentang lingkungan
c) Ketidak mampuan melakukan peramalan secara efektif
d) Kesulitan perencanaan operasi operasi yang tidak berulang
e) Biaya
f) Takut gagal
g) Kurang percaya diri
h) Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan–tujuan alternative

3) Selain itu hambatan-hambatan dalam perencanaan efektif juga terjadi karena adanya masalah kontemporer atau kelamahan dalam perencanaan itu sendiri. Berikut adalah kritik kontemporen dalam perencanaan :
   a) perencanaan dapat menyebabkan kekakuan
   b) rencana tidak dapat dikemangkan untuk lingkungan yang dinamis
   c) rencana foral tidak dapat mengganti intuisi dan kreativitas
   d) perencanaan memfokuskan perhatia manajer pada persaingan dewasa ini, bukan kemampuan bertahan hidup esok.
   e) perencanaan formal memperkuat kesuksesan, yag dapat menimbulkan kesalahan
   f) hanya perencanaan belumlah cukup.


Oleh: Lolita Fajrin

Kamis, 30 April 2015

Perencanaan

05.54 Posted by Unknown No comments
PERENCANAAN

Perencanaan adalah suatu rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis-garis besar atau petunjuk-petunjuk yang harus dituruti jika menginginkan hasil yang baik sebagaimana direncanakan.
Berikut adalah definisi perencanaan menurut para ahli :
a.    George R. Terry: Perencanaan adalah pemulihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk menghendaki hasil yang dikehendaki.
b.    Harold Koontz dan O’Donnell: Perencanaan adalah tugas seorang manajer untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif, kebijaksanaan, prosedur dan program.
c.    W. H. Newman: Perencanaan adalah suatu penngambilan keputusan pendahuluan mengenai apa yang harus dikerjakan dan merupakan langkah-langkah sebelum kegiatan dilaksanakan.
d.    Dr. SP. Siagian MPA.: Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Perencanaan terbagi menjadi dua yaitu:
1. Perencanaan Formal
Ciri-ciri dari perencanaan formal:
- Perencanaan dalam bentuk tertulis
- Manajer memberi penjelasan tentang visi dan misi perusahaan ke karyawan
- Diaplikasikan pada perusahaan besar
2. Perencanaan Non Formal
Ciri-ciri perencanaan non formal:
- Perencanaan tidak dalam bentuk tertulis
- Visi misi hanya diketahui manajer
- Diaplikasikan pada perusahaan kecil

Tujuan Perencanaan
- Perencanaan memberi arah kepada manajer dan non manajer
- Perencanaan mengurangi ketidakpastian
- Perencanaan meminimalkan pemborosan dan kekosongan
- Perencanaan menetapkan tujuan atau standar yang digunakan dalam pengendalian

Jenis-jenis Rencana
1. Jangkauan
a. Strategis, yaitu rencana yang diterapkan pada organisasi secara keseluruhan dan menetapkan tujuan keseluruhan organisasi. Rencana ini bersifat luas.
b. Operasional, yaitu rencana yang meliputi operasional tertentu. Rencana ini bersifat sempit
2. Kerangka Waktu
a. Jangka Panjang, yaitu rencana yang mempunyai jangka waktu lebih dari tiga tahun
b. Jangka Pendek, yaitu rencana yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun
3. Spesifik
a. Rencana Arahan, yaitu rencana fleksibel yang menentukan panduan umum
b. Renaca Spesifik, yaitu rencana yang didefinisikan secara jelas dan tidak memberikan ruang untuk interpertasi
4. Frekuensi Penggunaan
a. Sekali Pakai, yaitu rencana yang digunakan sekali yang ditujukan khusu untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi yang unik
b. Siaga, yaitu rencana yang terus berjalan untuk memandu aktivitas yang dilakukan berulang kali. Rencana termasuk kebijakan, peraturan dan prosedur

Hubungan Perencanaan dengan 3 hal lainnya
1. Organizating, yaitu perencanaan menunjukan cara dan perkiraan bagaimana mengorganisasi sumber daya untuk mencapai efektivitas
2. Controlling, yaitu pengawasan bertindak sebgai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana
3. Leading, yaitu perencanaan menjadi dasar untuk mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan dalam mecapai tujuan

Tahapan Perencanaan
Set the goal -> Identity resources -> Consider alternative -> Work the plan -> Evaluate

Kelemahan Perencanaan
1. Perencanaan mencipatakan kekakuan
2. Rencana tidak dapat disusun dalam lingkungan yang dinamis
3. Rencana memusatkan perhatian para manajer pada persaingan sekarang
4. Rencana formal tidak dapat menggantikan intuisi dan kreativitas
5. Perencanaan memperkuat kesuksesan yang dapat menimbulkan kegagalan


VISI DAN MISI
Visi yaitu pernyataan "want to be" dari organisasi atau perusahaan.
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang
Visi juga harus berorientasi pada masa depan bukan kondisi saat sekarang.

Misi yaitu pernyataan "how to be" perusahaan.
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi.

NAMA : ASTRI SAVIRA
KELAS : 1H-DIII PAJAK
NO.ABSEN: 11

PERENCANAAN

05.53 Posted by Unknown No comments
PERENCANAAN

Perencanaan melibatkan pendefinisian tujuan organisasi, penentuan strategi untuk mencapai tujuan itu, dan pengembangan rencana untuk mengintegrasikan serta mengkoordinasikan kegiatan kerja mereka. Perencanaan berhubungan dengan hasil akhir (apa) dan sarana (bagaimana).

MENGAPA MANAJER HARUS MELAKUKAN PERENCANAAN?
- Pertama, perencanaan memberikan arah kepada para manajer dan non-manajer. Ketika karyawaan mengetahui apa yang beruaha dicapai organisasi dan apa yang herus mereka kontribusikan, mereka dapat mengoordinasikan kegiatannya, saling bekerjasama, dan melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
- Kedua, perencanaan mengurangi ketidakpastian dengan mendorong manajernya memandang ke depan, mengantisipasi perubahan, mempertimbangkan dampak perubahan, dan mengembangkan respon yang tepat.
- Ketiga, perencanaan meminimalkan pemborosan dan kekosongan. Jika aktivitas dikoordinasikan sesuai renvcana, maka ketidakefisienan dapat diperbaiki atau dihilangkan.
- Terakhir, perencanaan menetapkan tujaun atau standar yang digunakan dalam pengendalian. Ketika melakukan pengendalian, manajer melihat apakah rencana telah dilaksanakan dan tujuan terpenuhi.

HUBUNGAN PERENCANAAN DENGAN FUNGSI LAINNYA
- Hubungan Planning dan Organizing (Penataan). Perencanaan menunukkan cara dan perkiraan bagaimana mengorganisasikan sumber daya untuk mencapai efektifitas yang tinggi.
- Hubungan Planning dan Leading (Kepemimpinan). Perencanaan menentukan kombinasi paling baik dari sumber daya yang diperlukan untuk mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan.
- Hubungan Planning dan Controlling (Pengendalian). Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan erat. Pengawasan bertindak sebagai kriteriapenilaian pelaksanaankerja terhadap rencana.


JENIS-JENIS PERENCANAAN
a. Berdasarkan jangkauan
- Rencana Strategis: Rencana yang diterapkan pada organisasi secara keseluruhan dan menetapkan tujuan keseluruhan oganisasi. Rencana ini bersifat luas.
- Rencana Operasional: Rencana yang meliputi area operasional tertentu. Rencana ini bersifat sempit.
b. Berdasarkan kerangka waktu
- Rencana Jangka Panjang: Rencana yan memiliki jangka waktu lebih dari tiga tahun.
- Rencana Jangka Pendek: Rencana yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun.
c. Berdasarkan spesifikasi
- Rencana Arahan: Rencana fleksibel yang menentukan panduan umum. Rencana ini memiliki ketidakpastian yang tinggi dan manajer harus fleksibel agar dapat merespon perubahan yang tidak terduga.
- Rencana Spesifik: Rencana yang didefinisikan secara jelas dan tidak memberikan ruang untuk interpretasi. Rencana itu memiliki tujaun yang didefinisikan secara jelas, sehingga tidak menimbulkan ambiguitas dan tidak ada masalah kesalahpahaman. Contoh: untuk meningkatkan output kerja sebesar 8 persen dalam periode dua belas bulan mungkin akan menetapkan prosedur spesifik, alokasi anggaran, dan jadwal aktivitas untuk mencapat tujuan tersebut.
d. Berdasasarkan frekuensi pengguna
- Rencana Sekali Pakai: Rencana yang digunakan satu kali yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam situsi yang unik.
- Rencana Siaga: Rencana yang terus berjalan untuk memandu aktivitas yang dilakukan berulang kali. Contohnya adalah kebijakan, peraturan, dan prosedur.

TAHAPAN PERENCANAAN
Set the goal --> Identify Resources --> Consider Alternative --> Work the Plan --> Evaluate
- Set the goal: menentukan tujuan yang hendak dicapai
- Identify Resources: mempertimbangkan apa sumber daya yang kita miliki.
- Consider Alternative: membuat rencana cadangan (Plan B). Pada tahapan inilah dibuat perencanaan yang lebih detail.
- Work the Plan: Melakukan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
- Evaluate: Melakukan evaluasi sejauh mana kita dapat merealisasikan rencana kita sembari melakukan tahapan work the plan.

Selain metode di atas, ada metode yang lebih mudah untuk dijalankan yaitu antara lain:
- Membuat visi. Visi adalah impian yang ingin dicapai atau bisa juga disebut tujuan yang hendak diraih. Visi sebuah organisasi biasanya lebih dari satu.
- Membuat misi. Misi adalah cara untuk mencapai visi dan diturunkan dari visi.
- Membuat rencana strategis. Rencana strategis adalah rencana yang diterapkan pada organisasi secara keseluruhan dan menetapkan tujuan keseluruhan oganisasi. Rencana ini bersifat luas dan merupakan turunan dari misi.
- Membuat rencana operasional. Rencana yang meliputi area operasional tertentu. Rencana ini adalah rencana teknis untuk diterapkan dan dijalankan. Rencana ini disebut juga taktik. Rencana operasional merupakan turunan dari rencana strategis.

Ada cara penetaan tujuan yang paling mudah:
- S (Specific). Jelas dan khusus. Contoh: saya ingin sampai di Jakarta pukul 07.00 WIB
- M (Measurable). Tujuan harus dapat diukur karena jika tidak dapat diukur, tujuan tidak akan mungkin tercapai.
- A (Achievable). Tujuan haruslah menantang namun juga mungkin untuk dicapai. Tujuan yang tidak mungkin dicapai merupakan tujuan yang kurang baik.
- R (Reasonabe/ Realistic). Sebuah tujuan harus memiliki alasan yang jelas atau realistis.
- T (Timeable/ Time-based). Tujuan harus memiliki batas waktu yang jelas untuk meraihnya.

KELEMAHAN PERENCANAAN
- Perencanaan dapat meciptakan kekakuan.
Perencanaan formal dapat mengunci organisasi ke tujuan spesifik yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Ketika tujuan tersebut ditetapkan, asumsinya bahwa lingkungan tidak berubah. Jika asumsi tersebut salah, akan terjadi masalah bagi perusahaan.
- Rencana tidap dapat disusun dalam lingkungan yang dinamis.
Lingkungan bisnis saat ini seringkali bersifat acak dan tidak dapat diprediksi. Mengelola perusahaan pada kondisi seperti ini memerlukan fleksibilitas dan hal itu berarti tidak terikat pada rencana formal.
- Rencana memusatkan perhatian para manajer pada persaingan sekarang, bukan kelangsungan hidup masa sekarang.
- Rencana formal tidak dapat menggantikan intuisi dan kreativitas. Organisasi sering mengalami kesuksesan karena visi inovatif seseorang dan perencanaan mungkin menghalangi visi seperti itu.
- Perencanaan formal memperkuat kesuksesan yang dapat menimbulkan kegagalan. Maksudnya, ketika kita telah melakukan perencanaan kemudian perencanaan tersebut berhasil maka kita akan memiliki kecenderungan untuk mengulangi penggunaan rencana tersebut. Rencana yang telah berhasil memberikan rasa percaya diri yang berlebih sehingga kita menjadi tidak tanggap terhadap perubahan lingkungan. Saat kita sadar lingkungan telah berubah, semua sudah terlambat.
- Hanya perencanaan tidak cukup. Kita harus mencanangkan rencana ke dalam gerakan dan melakukannya.


(Rahadian Hayu Kusuma, 1H, 33, D-III PAJAK)