Tampilkan postingan dengan label pertemuan 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertemuan 3. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Teori Manajemen

14.44 Posted by Unknown No comments
Early Management
Mnajamenen telah digunakan manusia sejak dulu kala. Kegiatan organisasi yang mengarahkan manusia untuk planning,
organizing, leading, controlling tlah ada sejak ribuan tahun lalu, contohnya adalah Piramida mesir dan tembok China yang
merupakan bukti kerja lebih dari 100.000 pekerja. Menurut Adam Smith, Manajemen aldah memperinci pembagian tugas untuk
memudahkan pekerjaan. Dimulai dari awal abad ke 18, mesin mulai digunakan untuk menggantikan tenaga manusia yang disebut
juga dengan Revolusi Industri. Karena itulah produksi barang di perusahaan menjadi lebih ekonomis dan lebih efisien
dibanding dirumah. Perusahaan ini membutuhkan orang untuk mengurus permintaan, memastikan ketersediaan abahan, membagi
tugas, mengarahkan kegiatan, dan lain lain, Karena itulah diperlukan seorang Manajer.


Classical Approach

Scientific Manajemen
Yang dimaksud disini yaitu manajemen dengan mempertimbangkan bidang ilmiah. Berikut adalah cara meningkatkan produktifitas
Menurut Fredrick Winslow Taylor :
 1.Menempatkan pegawai dengan dan alat yang sesuai
 2.Intensifikasi gaji
 3.Standarisasi pekerjaan
Selain itu Taylor juga mengembangkan 4 prinsip Scientific Managment, yaitu:
 1.Mengembangkan setiap elemen pada pekeerja dengan menggantikan metode lama secara untung-untungan
 2.4M (Memilih, melatih, mengajarkn, mengembangkan) pada pegawai
 3.Bekerjasama dengan para pekerja untuk memastikan keberhasilan
 4.Membagi pekerjaan dan tanggungjawab secara rata antara manajemen dan pekerja
Selain Taylor, orang lain yang berperan dalam scientific manajement adalah Frank dan Lilian Gilbret yang berfokus pada
meningkatkan produktifitas dengan mengurangi gerakan atau dengan kata lain tenaga yang diperlukan dalam melukakan tindakan.
Karena itulah mereka menuemukan sebuah alat yang diberi nama mikrokronometer yang berguna untuk mengukur jumlah gerakan
dan waktu yang diperlukan dalam melakukan gerakan itu.

General Administrative Teori
Teori ini berfokus pada bagaimana manajer mengembangkan manajemen. Menurut Henri Fayol, manajemen selalu berkaitan dengan
akuntansi, finansial, produksi, distribusi dan kegiatan bisnis lain yang membuat beliau mengembangkan 14 prinsip manajemen
yaitu :
 1.Pembagian Kerja
   Spesifikasi membuat karyawan lebih efisien
 2.Wewenang
   Manajer berham memberikan perintah
 3.Disiplin
   Pekerja harus manaati dan menghormati peraturan yang berlaku
 4.Kesatuan Perintah
   Tiap pekerja hanya menerima perintah dari satu alasan
 5.Kesatuan arah
   Memiliki satu tujuan dari awal yang dapat dijadikan paduan
 6.Mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan perusahaan
   Tiap karyawan harus lebih mementingkan kepentingan perusahaan dibandingkan dengan kepentingan pribadi
 7.Upah
   Pekerja harus diberikan upah yang sesuai dengan hasil kerjanya
 8.Sentralisasi
   Sejauhmana bawahan terlibat dalam membuat sebuah keputusan
 9.Jenjang Jabatan
   Garis wewenang dari Top Manager hingga hingga jabatan terendah
10.Keteraturan
   Penempatan sarana dan manusia pada tempat dan waktu yang tepat
11.Kesamaan
   Atasan harus adil pada semua bawahan
12.Kestabilan Staf
   Manajemen harus menyiapkan perencanaan staf yang stabil dan mempersiapkan pengganti untuk bagian yang kosong
13.Inisiatif
   Karyawan yang diberi ijin untuk membuat gagasan akan menunjukan usaha yang lebih keras
14.Semangat Corps
   Mmebangun jiwa tim akan menumbuhkan kesatuan
Max Weber, seorang sosiologis Jerman mengembangkan teori  bahwa otoritas berdasarkan pada tipe ideal suatu organisasi yang
ia sebut birokrasi. Birokrasi ini menekankan pada rasinalitas, prediktabilitas, impersonalitas, kompetensi teknik, dan
authoritarianism.Menurut Weber, birokrasi ideal harus memiliki :
 1.Pembagian Tugas
 2.Hirearki Wewenang
 3.Pemilihan Formal
 4.Aturan dan Regulasi Formal
 5.Impersonalitas
 6.Orientasi Karir



Behavioral Approach

Adalah bidang studi yang berkaitan dengan perilaku manusia di dunia kerja. Berikut adalah pihak yang berkontribusi dalam
bidang Perilaku Organisasi

Robert Owen
Beliau khawatir dengan kondisi kerja yang buruk segungga ia mengajukan agar tersedianya tempat kerja yang ideal, serta
berargumen bahwa menggunakan uang untuk memperbaiki kualitas pekerja adalah suatu investasi cerdas

Hugo Munsterberg
Seorang ahli di bidang psikologi industri menyarankan penggunaan tes psikologi untuk seleksi pekerja, pembelajaran konsep
teori untuk pelatihan pekerja, serta mempelajari perilaku manusia untuk motivasi pekerja

Mary Parker Follet
Salah satu orang yang pertama yang memandang organisasi dari perspektif individu dan kelompok. Belau berpendapat bahwa
manusia itu elemen penting yang penting

Chester Bernard
Beliau adalah seorang manajer yang berpendapat bahwa organisasi adalah suatu sistem sosial yang perlu untuk bekerja sama.
Beliau percaya bahwa sudah menjadi tugas manajer untuk berkomunikasi dan memberi stimulasi para perkerjanya. Beliau juga
orang pertama yuang berargumen bahwa organisasi adalah suatu sistem terbuka

Kajian Hawthrorne
Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 2 kelompok di sebuah perusahaan dimana salah satu kelompok ditempatakan dalam
kondisi yang berbeda-beda, dan efeknya kenaikan produksi terjadi tidak hanya pada kelompok yang diuji coba tetapi juga
pada kelompok yang lain juga. Karena itulah para teknisi bertanya pada Elton Mayo (seorang profesor di Havard) yang
kemudian melakukan berbagai macam percobaan dan menyimpulkan bahwa perilaku dan motivasi bukan dari uang, melainkan dari
perhatian sang manajer



Quantitative Aprroaches

Pendekatan kuantitatif berkembang dari matematika dan statistika yang dikembangkan untuk keperluan militer pada Perang
Dunia 2. Sesudah perang selesa, kebanyakan teknik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah militer diaplikasikan untuk
keperluan bisnis. Jadi, inti dari pendekatan kuantitatif adalah bagaimana manajemen dengan mengguanakan matematika dan
statistik mengambil suatu keputusan



Contemporary Approaches

Teori Sistem
Suatu sistem adalah sekumpulan bagian yang saling bergantung dan saling membutuhkan yang diatur sedemikian rupa sehingga
dapat lebih produktif. 2 bagian dasar dari suatu sistem adalah sebagai berikut :

Tertutup
Hanya punya hubungan dengan internal dan tidak punya hubungan dengan dunia luar

Terbuka
Senantiasa berelasi dengan eksternal

Teori Kontingensi
Lebih berfokus pada sistem apa yang harus diterapkan sesuai dengan kondisi yang terjadi, atau lebih bersifat reaktif. Jadi
sistem ini lebih cenderung ke keputusan apa yang harus kita buat pada kondisi yang diberikan. Pada intinya bisa dibedakan
menjadi 2, yaitu :

Pencegahan (Preventif)
Seperti namanya, kita lebih berfokus untuk pada pencegahan terhadap hal-hal yang mungkin terjadi dimasa kedepan

Perbaikan (Disaster Recovery)
Lawan dari mencegah hal yang mungkin terjadi, kita lebih berfokus untuk bagaimana memperbaiki hal setelah hal itu terjadi

Oleh:
Terry Devara

Teori Manajemen Klasik

14.41 Posted by Unknown No comments
Sejarah
Latar belakang sejarah
Pada zaman mesir kuno, pembanguna Piramida menggunakan sistem manajemen yang mana setiap pekerja akan dibagi-bagi kedalam berbagai kelompok kerja sesuai dengan kemampuan (skill)
Di Venesia, sistem menajemen diterapkan pada pelayaran kapal. Antara kanal barat dan kanal timur dibangun pos-pos untuk memberikan muatan kepada kapal dan disetiap pos akan memberikan muatan yang berbeda-beda kepada kapal.

Pada zaman modern, Adam Smith sebagai Bapak ekonomi memberikan pendapat yaitu The Wealth of Nation. Dalam teorinya disebutkan tentang Divison Of Labor (pembagian kerja) yaitu membagi karyawan kedalam bidang-bidangnya sesuai dengan skill masing-masing karyawan. Tujuannya agar pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien yang mengakibatkan produktivitas naik.

Industrial Revolution
Revolusi industri mengkibatkan pergantian manusia sebagi pekerja menjadi mesin.

Teori-teori manajemen klasik
Scientific management (manajemen ilmiah)
Teori ini membahas tentang studi-studi untuk memanajemen pekerjaan dengan konsep ilmiah
Dalam teori Fredrick Winslow Taylor( Bapak Scientific management), diteliti dalam sebuah pabrik baja ditargetkan untuk menyelesaikan produk sebanyak 30 ton namun yang tercapai hanya 12 ton. Disinilah Fredrick memberikan usulannya, yaitu:
a. Pekerja harus diletakkan diposisi yang benar dan dengan diberikan peralatan yang lengkap
b. Standarisasi dalam suatu pekerjaan, maksudnya disetiap pabrik harus memberiakn target dalam penyelesaian setiap produk
c. Insentif ekonomi, misalnya gaji karyawan ditingkatan
Dari usulannya tersebut, pimpinan menyetujui dan melaksanakannya. Ini mengakibatkan target pabrik baja tersebut terpenuhi dan pada tahun 1911 Fredrick mengeluarkan buku bejudul “Principle of Scientific Management”. Dalam bukunya ini dijelaskan 4 elemen dalam manajemen ilmiah, yaitu:
a. Mengembangkan setiap elemen para pekerja dengan ganti metode lam secara untung-untungan (mengikuti perkembangan zaman)
b. Dikemukakan 4 M yaitu:          memilih
                                                                melatih                 Para Pekerja
                                                                mengajarkan
                                                                mengembangkan
c. Bekerjasama dengan para pekerja untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan tercapai
d. Membangun pekerjaan dan tanggung jawab secara merata antara pekerja dan manajemen
Pengikut / Ahli yang sepaham dengan Fredrick yaitu Frank  dan Lilian Gilberth. Mereka adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai ahli teknisi (Frank) dan ahli psikologi (Lilian). Masukan mereka dibidang ini yaitu:
a. Meningkatkan produktifitas dengan mengurangi gerakan
b. Menciptakan alat mikrokronometer, yaitu alat yang dapat menghitung banyak gerakan dalam suatu waktu dan bisa menghitung berapa gerakan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
Pada zaman modern seperti sekarang mendapatkan kesimpulan dari teori diatas berupa:
1. Menggunakan studi waktu dan gerkan untuk meningkatkan produktivitas
2. Menghadirkan para pekerja yang berkualitas
3. Adanya insentif untuk pekerja

General Administrative Theoris
Teori ini menjelaskan bagaimana caranya suatu manajemen berlangsung. Dua ahli dalam teori ini yaitu:
Henry Faisol, membagi kedalam 14 macam sistem dalam manajemen, yaitu:
Pembagian kerja
Wewenang
Disiplin
Kesatuan perintah
Kesatuan arah
Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi
Pemberiah upah
Sentralisasi (dalam membuat keputusan)
Jenjang jabatan
Tata tertib / keteraturan
Kesamaan
Kestabilan staf
Inisiatif
Semangat korps

Sedangkan Max weber menjelaskan bahwa dalam birokrasi ideal harus menekankan pada rasionalitas, prediktibilitas, impersonalitas, kompetensi teknik dan autoritarianisme. Max membagi sistemnya menjadi 6 macam, yaitu:
Pembagian kerja
Hirarki wewenang
Aturan dan regulasi
Impersonalitas
Orientasi karir


Quantitive Approach ( pendekatan kuantitatif)
Yaitu dalam teori ini dijelaskan bahwa dalam manajemen diperlukan perhitungan agar mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Contohnya dalam peperangan, untuk memenangkan peperangan diperlukan strategi matematis sehingga hal-hal yang perlu dilakukan prajurit dapat dimanajemen.
Organitation Behavior
Teori ini menjelaskan tentang manusia dalam dunia kerja. Terdiri dari:
Pendukung awal (ahli)
Robert Owen, yang meneliti tentang “kondisi kerja yang buruk”. Menurutnya kondisi ini harus diperbaiki namun uang bukanlah hal yang benar untuk memperbaiki karyawan
Hugo Munsterburg, seorang Bapak Psikologi Industri yang melakukan penelitian ilmiah. Menurutnya karyawan berhak mendapat:          à Tes Psikologi
Mendapatkan pelatihan
Mendapat motivasi dari manager
Dipengaruhi lingkungan
Marry Parker Folet, menerangkan tentang pekerja adalah individu + kelompok yang terdiri dari elemen manusi yang penting dan harus memiliki etika dalam berkelompok
Chester Barnard, memberikan teori
Organisasi harus terbuka dan merupakan sistem sosial yang harus saling bekerjasama
Manajer bertugas mengomunikasikan dan menyemangati karyawan
Kesimpulan: organisasi adalah manusia yang merupakan elemen penting “aset” yang harus dikelola dengan tepat agar efektif
Kajian Hawthorne, membahas tentang motivasi. Meneliti dalam sebuah pabrik, Hawthorne membagi 2 kelompok karyawan dengan menjadi kelompok penerangan dan kontrol. Dimana kelompok penerangan dalam bekerjanya diuji dengan membuat prabik menjadi terang dan redup. Kedua kelompok ini sam-sama diawasi oleh manajer. Produktivitas dua kelompok ini semakin meningkat. Elton Mayo dkk meneliti lagi tentang hal ini. Ternyata produktivitas yang meningkat di prabik ini diakibatkan oleh perhatian manajer. Terbukti bahwa motivasi dapat merangsang para pekerja untuk bekerja lebih giat dan mengakibatkan meningkatnya produktivitas.


Systema Approach, menjelaskan bahwa organisasi sebagai suatu sistem yang bagian-bagiannya saling bergantung dan saing mempengaruhi dan membentuk satu kesatuan. Dijelaskan bahwa organisasi:
Every parts matter, maksudnya semua bagian memiliki konstribusi
Every parts are interrelated, maksudnya saling berkaitan
Every parts are interdependent, maksudnya saling bergantung
Pembagian sistem:
Tertutup, tidak berinteraksi dengan pihak luar         
Terbuka , berinteraksi dengan pihak luar



Pada sistem terbuka:
Input à Process à Output, akan memberikan feedback (positif dan negatif)  dari output kembali ke input

Teori kontingensi
Teori ini digunakan untuk menentukan sistem manajemen apa yang cocok digunakan dalam suatu pekerjaan. Setiap sistem digunakan sesuai kondisi dalam suatu keadaan. Dalam teori ini dijelaskan:
Pencegahan, dalam masalah ini akan ditentukan manajemen mana yang cocok untuk mencegah hal buruk yang terjadi dalam suatu pekerjaan

Pengobatan, yaitu sistem yang dijalankan untuk memanajemen hal-hal buruk yang telah terjadi dalam suatu perusahaan

Oleh:
Ana Fitriah